Minggu, 12 Agustus 2018

Kaliyuga dan Kecemasan Bertaubat

Pendahuluan

Tulisan ini saya tulis untuk membahas tulisan pribadi saya yang sebelum nya , pada artikel sederhana ini akan saya bahas secara perlahan tentang Latar belakang dan Alasan kenapa saya menulis nya.

Latar Belakang 

Jadi beberapa waktu lalu saya sempat membaca tentang salah 1 Zaman pada Ajaran Hindu Yaitu zaman " Kaliyuga " , yang berarti zaman kegelapan.

Di deskripsikan pada zaman " Kaliyuga " keadaan dunia dalam sekacau - kacau nya dimana setiap Kejahatan dianggap Hal biasa dan Hal Baik dianggap tabu , Bahkan kebaikan pun akan meredup hingga tak berkembang.

Dengan mengangkat tema demikian , Saya pun mendapat ide untuk melihat Kenyataan  dunia pada saat ini dan mencoba mendeskripsikan nya dalam bentuk - bentuk kata yang saya susun pada Tulisan tersebut.

Dan saya akan menjelaskan Alasan pada kata - kata pada setiap baris kalimat yang saya gunakan pada tulisan tersebut untuk menjabarkan Maksud nya.

Alasan

Bagaimana memulai Taubat bagi Jiwa yang tak diberkati kemampuan bertaubat?
Pada Zaman Kaliyuga setiap kebaikan akan dianggap tabu , bahkan tak ada ruang dan tempat untuk menebar,berbuat dan mengembangkan kebaikan .

Saya memperumpamakan bagaimana Jiwa yang tak punya Kemampuan dapat memulai proses awal bertaubat , Sedangkan keadaan disekitar tak memungkinkan muncul nya sedikit Cahaya kebaikan untuk mencapai bahkan membuka Jalan Taubat. 

Maka terberkatilah mereka yang menerapkan garis Apostolik dalam setiap perbuatan dan ucapannya
Ketika Zaman Kaliyuga secara kita tidak sadar telah bermula , Maka saya benar - benar mengucapkan Syukur dengan Hormat bagi mereka yang tetap memegang Teguh dan bertahan pada ajaran Rasul nya.

Sebab saya beranggapan Hanya mereka yang Kebal dan tak terpengaruh Ketika peralihan ke Zaman Kaliyuga , Mereka yang terbiasa dan dekat dengan Garis Apostolik.


Biarkan diri ini menjadi Santri tanpa memanut Kyai maupun Pesantren untuk terus berTransenden hingga akhir hayat
Di Zaman Kaliyuga setiap individu akan terbalik , Dimana akan muncul Fenomena " Santri Tanpa Kyai dan Pesantren " , Sedangkan akan muncul Fenomena yang akan berdampingan dengan Fenomena sebelum nya yaitu " Orang kurang terpelajar akan mengajarkan ". 

Saya menempatkan mungkin hanya diri sendiri lah yang hanya dapat dipercaya disaat itu , Untuk memahami Kejadian yang tak akan di jangkau manusia pada umum nya.

Selagi Muhammad , utusan ilahi , individu apa yang harus tersudut dalam benci ?
Dalam ajaran Islam Nabi Muhammad SAW adalah Nabi terakhir dalam urutan 25 Nama nabi , Yang di utus Tuhan untuk memanusiakan manusia , Terberkatilah Nama besar Nabi Muhammad SAW dengan segala perbuatan - kebaikan nya yang pantas di teladani
Sehingga dapat mengkonversi benih kebencian menjadi pohon persahabatan dan toleransi.

Dan terkutuklah bagi mereka yang mengaku Menjunjung tinggi nama besar Nabi Muhammad SAW , dengan Parang di lengan dan minim Edukasi pendefinisian ajaran agama.


Selama , Enam Ribu Enam Ratus Enam Puluh Enam , Kitab suci , alasan apa lagi untuk terus tetap membenci ?
Enam Ribu Enam Ratus Enam Puluh Enam (6666) adalah jumlah Ayat pada Kitab Al-Qur'an yang menjadi Landasan,Ideologi dan  Jati diri seorang penganut ajaran islam dalam menjalani Hidup sebagai seorang muslim yang menjunjung tinggi rasa tanggung Jawab , toleransi , Kemanusiaan dan Persamaan serta Kebebasan sebagai sesama manusia.

Hingga saat ini masih banyak Individu yang terjebak dalam Tiga Angka Enam (666) yang bisa disebut dengan Nomer setan.

Wahai orasi Bigot layak nya murka coretan Banksy
Kata bigot di rujukan untuk orang yang tidak bisa menerima orang yang memiliki pendapat berbeda , Seorang Bigot sangat Fanatik dengan apa yang dia yakini dan pada umum nya punya Anggapan bahwa Opini nya sangat benar , Tak bisa diganggu gugat dan bersifat Tetap di pola pikir.

Para Bigot tak akan ragu berorasi dengan segala cara yang dapat mereka terapkan tak peduli kapanpun , dimanapun , kepada siapapun , Menurut saya hanya sedikit terdapat perbedaan yang dapat ditemukan dari Karya Grafiti Banksy yang disertai bumbu Kritik Sosialnya dengan Seorang bigot yang mati-matian layak patriot yang mempertahankan opini pribadi nya yang berasal dari kelompok nya sendiri.

Maaf kan diri ku atas semua notasi dan huruf pada imajinasi Fabel yang ku rakit untuk mu sebelum pergi
Untuk bagian ini saya mencoba menggambarkan sosok Orang Tua , yang menceritakan kisah - kisah pengantar tidur yang di dalam nya Tersirat Hikmah dan nilai - nilai untuk menjalani kehidupan , untuk buah hati nya yang akan berlabuh ke dunia mimpi.

Namun pada kenyataan di Zaman Kaliyuga , tak adalagi moral , tak berlaku lagi norma , yang ada hanya Persaingan , tentang bagaimana memenuhi Kebutuhan untuk menjalin Hidup di hari ini dan menyambung nya untuk hari Esok.

Sehingga tak adalagi Penarapan Nilai - nilai kehidupan yang pada umum nya di terapkan pada Cerita Fabel untuk Anak - anak yang masih terlalu dini untuk melihat kenyataan dunia.

Masih adakah Partisi antara Setan & Tuhan Pada setiap karakteristik individu yang bertahan setiap Hari ?
Di Zaman Kaliyuga , setiap Individu akan memutuskan kemana akan berlabuh antara Sisi Tuhan & Setan , Setan & Tuhan ada dalam diri kita , Kedua nya terpartisi dan Hanya Akal,Perasaan,Emosi yang menjadi Batas nya.

Jika seorang kehilangan salah 1 atau tidak menggunakan ketiga nya dari Akal , Perasaan ,Emosi maka yang terjadi adalah tinggal menunggu Di Rasuki antara Setan atau Tuhan.

Yang dimaksud " Di Rasuki " adalah hilang nya Kontrol diri dengan Akal , Perasaan , Emosi ,
Jika di Rasuki Tuhan kemungkinan menjadi Seorang Bigot dan Pecandu Agama tanpa ada nya Filter menggunakan Akal , Perasaan , Emosi .

Sedangkan Jika di Rasuki " Setan " lepas nya kendali diri untuk memenuhi Nafsu dan Kepentingan nya sendiri atau kelompok nya.

Yang menjanjikan setiap segi keabadian bagi kami yang terancam di sembelih pada kemudian hari
Di Zaman Kaliyuga , hanya tinggal menunggu Akhir dari dunia , semua nya akan menjadi Abadi , tak adalagi durasi , limit , batasan dan sejenis nya.

Kata Kami di rujukan untuk Manusia , Setiap orang pada kala itu semua nya akan Terancam untuk di Sembelih , Sebagai perwujudan atas Penggunaan Akal , Perasaan dan Emosi.

Semua akan mendapatkan Balasan atas Pengunaan nya , Tak peduli bagimanapun , tak pandang bulu , Berlaku untuk siapapun yang telah memutuskan Berada di Sisi Setan atau Tuhan.

Lantas bagaimana mencari jawaban usaha bertaubat di hari ini ?
Di Kala itu ketika Segi Keabadian telah di terapkan ( Masih berkaitan dengan yang sebelumnya ) , Kami bertanya - tanya tentang segala peluang upaya dan usaha  bertaubat yang dapat di terapkan dan masih berlaku Pada saat itu.

Tak adalagi si Bandar penyebar Kunci Jawaban di Hari itu semua akan mempertanggung Jawabkan , Pilihan berdasarkan Akal , Perasaan dan Emosi nya masing - masing.

Sejak setiap hikayat nya tak berlaku bagi diri ini yang selalu punya alasan Berakhir seperti Fir'aun tanpa perlu diprediksi
Bagi mereka yang menjadi Komando atas diri nya sendiri , Yang menjadi tuan dari Akal , Perasaan & Emosi nya , di Pastikan mereka sudah siap menerima nya.

Setelah memutuskan di Sisi mana ia akan bergabung , Jadi Memprediksi tak ada gunanya lagi.

Bahkan Berakhir tenggelam di tengah laut seperti Fir'aun dengan bala Tentara nya sudah menjadi Kesapatkan umum , setelah menentukan di Sisi mana Akal , Perasan & Emosi akan berpihak.

Dan demi setiap individu yang berpartisipasi menerapkan 3in1 antara Surga dan Neraka mulai detik ini   
3in1 yang di maksud adalah Akal , Perasaan dan Emosi yang berikan sang pencipta untuk masing - masing manusia , Tinggal bagaimana manusia tersebut menjadi Komando & Tuan atas apa yang telah di berikan pencipta.

Bagi mereka yang menerapkan 3in1 , Maka mereka dapat mengemudikan kemana Tujuan akhir nya setelah Segi Keabadian diterapkan.

Diri yang di banggakan ini kan berakhir tak lebih buruk seperti Hitler dan Nazi
Termasuk bagi mereka yang membanggakan diri nya sendiri pun pada akhir nya akan Berakhir lebih buruk dari kekalahan dan kehancuran Hitler yang memimpin Nazi.

Di Zaman kaliyuga , tak lebih tentang Perang , Tentang terpenuhi atau tidak ,Tentang menang atau Kalah , Tentang bertahan atau tersingkir.

Biarkan saja diri ini terus larut pada Mata satu penyebab tercetusnya Konspirasi
Di Zaman Kaliyuga akan banyak konspirasi yang bersumber dari manapun , Mungkin lebih ganas dan lebih rahasia dari Hubungan Mata satu dengan Bank Dunia.

Manusia bahkan terombang - ambing dan ikut Berlarut atau mungkin ikut berpartisipasi tentang Konspirasi yang bertebaran dalam kehidupan.

Biarkan saja hingga detik ini , hanya Denyut nadi saja yang nampak bersahabat dengan diri ini
Bahkan ada Manusia yang ingin Mengakhiri hidup nya , Hanya tinggal menunggu waktu Ketika Denyut nadi mulai terlihat bersahabat , langkah selanjut nya adalah memutusnya secara Perlahan - Lahan layak nya sahabat sehidup semati.

Sebagai tanda Mundur , Menyerah dalam menghadapi Zaman Kaliyuga dan lebih memilih masuk lebih cepat ke dalam Segi Keabadian.

Merakit Persepsi publik yang telah mati , Mungkin hanya itu alasan kenapa ? Emosi , Perasaan dan intelektual pada diri ini untuk dapat terus ada disini
Bahkan akan ada manusia yang bertanya - tanya , Kenapa diri nya harus hadir dan berpartisi di Zaman Kaliyuga ?

Dia Akan mulai bertanya - tanya namun Persepsi Publik sudah mati di tutupi Kebutuhan dan Kepentingan Pribadi , Sehingga hanya dengan Akal , Perasaan dan Emosi lah manusia akan memahami apa yang sebenar nya benar-benar terjadi disaat itu , Membaca Gejala , Menganalasi namun sayang nya tak bisa Mengobati maupun mencegah , Hanya stop di Memahami agar Mendapatkan Jawaban atas apa yang dipikirkan.

Pada akhir nya pilihan yang tersisa pada diri ini adalah menjalin hubungan lebih intim lagi dengan sang ilahi
Setelah bertransenden dan memahami apa yang terjadi Di Zaman kaliyuga , Akan muncul opsi yang harus diputuskan dengan Akal , Perasaan dan Emosi.

Hanya tentang ikut Mempertahankan diri sendiri atau Mencari bekal untuk di Segi Keabadian nanti , Kala itu renungan sudah tak berarti lagi , Yang ada hanyalah Memilih dan Lakukan.

Dan izinkan diri ini menerapkan apa yang kau Gagaskan wahai Gramsci
Dengan memanfaatkan Hagemoni , maka Manusia maupun Sekelompok Manusia akan memulai menerapkan Nilai - nilai yang di terapkan nya.

Dengan berbekal Fasilitas dan Kuasa yang dimiliki, menarik setiap manusia lain dalam kesempatan apapun untuk berpartisi menjadi bibit Ladang Hagemoni.

dan Dunia serta seisinya pun turut ambil peran hingga akhirnya diri ini mati. 
Di Zaman Kaliyuga , Setiap isi dunia akan berperan dan berpengaruh terhadapat Keputusan atas Opsi yang dipilih Oleh Manusia dengan menggunakan Akal , Perasaan dan Emosi nya , Sehingga Faktor - Faktor akan menjadi alasan mengapa manusia memutuskan Opsi tersebut.

Penutup

Terima kasih banyak saya ucapkan untuk kawan - kawan yang sudah menyimak Tulisan pribadi saya dari Awal hingga Akhir , Saya menunggu masukan dari kalian semua tentang setiap Tulisan pribadi saya Terima kasih.

0 komentar:

Posting Komentar